Rekening Bank Dibobol Hanya dengan Panggilan Telepon

Pesan Viral di WhatsApp dan media sosial bahwa dengan panggilan telepon dapat terjadi penipuan SIM swap kemudian rekening korban akan hilang dalam sekejap. Apakah pesan yang beredar tersebut benar?

Berikut bunyi pesan yang beredar dan belum jelas sumbernya ini:

“REKENING BANK ANDA DAPAT DIKOSONGKAN Viral di WhatsApp dan media sosial bahwa dengan panggilan telepon dapat terjadi penipuan SIM swap kemudian rekening korban akan hilang dalam sekejap TANPA PERINGATAN.

Dear all, tolong berhati-hatilah.
Ada PENIPUAN TECHNIK TINGGI baru di kota yang disebut PENIPUAN SIM SWAP, dan ratusan orang sudah KORBAN. Bagaimana cara kerjanya ?
1. Penipuan baru bernama SIM SWAP telah dimulai. Jaringan telepon Anda akan sesaat menjadi buta/nol (tidak ada sinyal/bilah nol) dan setelah bbrp saat panggilan akan datang.

2. Orang di ujung telepon akan memberi tahu Anda bahwa dia menelepon dari (perusahaan ponsel Anda), tergantung pada jaringan Anda dan bahwa ada masalah di jaringan seluler Anda.

3. Dia akan menginstruksikan Anda untuk tekan 1 pada telepon Anda untuk mendapatkan jaringan kembali.
4. Tolong pada tahap ini jangan tekan apa pun, cukup hentikan atau AKHIRI panggilan.

Jika Anda menekan 1, jaringan akan muncul tiba-tiba dan segera menjadi buta lagi (Zero Bars) dan dgn tindakan itu, ponsel Anda sdh ter- HACKED.

Dalam detik berikutnya mereka akan mengosongkan rekening Bank Anda, shg menyebabkan Anda alami kerugiaan yang tak terhitung.
Apa yang akan Anda alami ini akan tampak seolah-olah saluran telpon Anda tanpa Jaringan, sementara SIM Anda telah DIAMBIL ALIH.

Bahayanya disini adalah bahwa, Anda tidak akan mendapatkan peringatan transaksi apa pun, jadi tolong kami yang melakukan USSD Banking dan Mobile Banking, WASPADALAH.
Mari kita berhati-hati. Tolong, teruskan ke kontak Anda, orang-orang terkasih dan teman-teman. Penipuan meningkat dari hari ke hari.”

Namun faktanya, menurut pakar kemanan siber, Alfons Tanujaya, modus di atas sangatlah tidak mungkin dapat mengakibatkan rekening korban bobol. Metode penipuan SIM swap memang benar bisa saja terjadi, tapi caranya adalah dengan memalsukan kartu identitas korban serta membutuhkan bantuan operator untuk mengganti kartu SIM tersebut.

Alfons Tanujaya mengatakan bahwa kartu GSM 4G secara teknis tidak bisa dikloning dan hanya satu kartu yang bisa aktif. Selain itu, kartu SIM GSM tersebut diproteksi dengan enkripsi sehingga sangat sulit bahkan mustahil bisa dibuat kloning. Jadi ini berarti bahwa pelaku tidak cukup hanya menelepon korban, tapi harus ada bantuan dari operator dari kartu SIM tersebut.

Lanjut Alfons Tanujaya mengatakan, “Modusnya adalah membohongi operator supaya mengganti SIM pengguna yang ada dengan SIM baru. Jadi harus operator yang mengganti. Dalam hal ini operator yang salah atau ditipu.”

Dan proses yang rumitpun harus dilakukan oleh pelaku apabila ingin melakukan kloning kartu korban, yaitu pelaku harus terlebih dulu mendapatkan data pribadi korban untuk meyakinkan operator SIM tersebut, misalnya dengan KTP palsu dan sejenisnya atau melancarkan teknik pembobolan data seperti phishing.

Jadi, dapat dipastikan bahwa pesan Viral di WhatsApp dan media sosial bahwa dengan panggilan telepon dapat terjadi penipuan SIM swap kemudian rekening korban akan hilang dalam sekejap adalah tidak benar karena tidak mungkin terjadi.